Sabtu, 05 Januari 2013

Bentos


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Bentos merupakan organisme yang hidup di dasar wilayah perairan atau endapan, seperti laut, sungai dan perairan lainnya. Binatang yang disebut bentos ini dapat di bagi berdasarkan cara makanannya menjadi pemakan penyaring (seperti kerang) dan pemakan deposit (seperti siput). Siklus hidup bentos, baik sebagian maupun keseluruhannya berada di dasar perairan baik yang sesil, menyerap, atau yang menggali lubang.
Hewan bentos hidup relatif menetap sehingga baik digunakan sebagai petunjuk kualitas lingkungan, karena selalu kontak dengan limbah yang masuk ke habitatnya. Kelompok tersebut lebih mencerminkan adanya perubahan faktor-faktor lingkungan dari waktu ke waktu karena bentos terus menerus terdedah oleh air yang kualitasnya berubah-ubah. Kelompok bentos yang relatif  mudah diidentifikasi dan peka terhadap perubahan lingkungan perairan adalah invertebrata makro atau lebih dikenal dengan bentos.
Bentos mempunyai peranan yang sangat penting dalam siklus nutrient di dasar perairan. Karena bentos berperan sebagai salah satu mata rantai penghubung dalam aliran energi dan siklus dari alga planktonik sampai konsumen tingkat tinggi. Keberadaan hewan bentos pada suatu perairan sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan, baik biotik maupun abiotik. Faktor biotik yang berpengaruh diantaranya adalah produsen, yang merupakan salah satu sumber makanan bagi hewan bentos, Adapun faktor abiotik adalah fisik-kimia air yang diantaranya suhu, arus, oksigen terlarut (DO), kebutuhan oksigen biologi (BOD), dan kimia (COD) serta kandungan nitrogen (N), kedalaman air dan substrat dasar.

 
B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :
1.      Berapa jenis dan jumlah individu bentos yang terdapat di Pantai Kondang Merak Malang Selatan?
2.      Apa jenis bentos yang tertinggi di Pantai Kondang Merak Malang Selatan?

C.    Tujuan Praktikum
Tujuan dari penelitian ini, sebagai berikut:
1.   Untuk mengetahui jenis-jenis bentos di Pantai Kondang Merak Malang Selatan.
2.   Untuk mengetahui jenis bentos yang ditemukan di kawasan Pantai Kondang Merak Malang Selatan.




BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A.    Bentos
Bentos merupakan organisme yang melekat atau beristirahat pada dasar atau hidup di dasar wilayah perairan atau endapan, seperti laut, sungai dan perairan lainnya. Binatang bentos dapat di bagi berdasarkan cara makanannya menjadi pemakan penyaring (seperti kerang) dan pemakan deposit (seperti siput). Siklus hidup bentos, baik sebagian maupun keseluruhannya berada di dasar perairan yang sesil, merayap, ataupun yang menggali lubang.
Hewan bentik ini hidup di dalam atau diatas sedimen yang terdiri dari sedimen lunak, pasir, lumpur, dan sedikit daerah dengan substrat keras. Secara ekologis terdapat dua kelompok organisme yang berada di daerah ini. Epifauna adalah organisme bentik yang hidup pada atau dalam keadaan lain berasosisi dengan permukaan dan infauna untuk organisme yang menggali lapisan substrat bagian bawah atau dalam dan hidup di dalam lubang atau liang. Epifauna mencapai perkembangan maksimum pada zona pasang surut, tetapi meluas sampai ke dasar lautan Sedangkan infauna berkembang sempurna di zona bawah pasang surut.
Kelompok organisme dominan yang menyusun makrofauna di dasar lunak sublitoral terbagi menjadi dalam empat kelompok taksonomi yaitu kelas Polychaeta banyak terapat sebagai spesies pembentuk tabung dan penggali. Crustacea yang dominan adalah Ostrakoda, Amfipoda, Isopoda, Tanaid, Misid yang berukuran besar dan beberapa dekapoda yang lebih kecil. Umumnya mereka menghuni permukaan pasir dan lumpur. Moluska biasanya terdiri dari berbagai spesies Bivalvia penggali dengan beberapa Gastropoda di permukaan, Echinodermata biasanya sebagai bentos subtidal, terutama terdiri dari binatang mengular dan ekinoid (bulu babi dan dollar pasir) (Nybaklen, 1992).
Beberapa keuntungan menggunakan makrovertebrata sebagai biomonitoring adalah :
a. Merupakan indikator kondisi yang terlokalisasi, karena mereka mempunyai pola migrasi yang terbatas sehingga cara hidupnya sangat sesuai untuk menguji dampak dari perubahan yang spesifik.
b. Dapat merespon perubahan lingkungan dalam jangka pendek karena memiliki siklus hidup yang kompleks dimana pada tahap-tahap tertentu akan merespon secara tepat terhadap bahan pencemar.
c. Relatif mudah diidentifikasi, beberapa diantaranya, terutama taksa yang tidak toleran dapat diidentifikasi sampai jenis.
d. Samplingnya relatif mudah dan tidak menimbulkan efek yang merusak biota lain.
e. Hewan bentik merupakan sumber makanan primer bagi ikan sehingga penting secara komersil, ekonomis, dan rekresional.
f. Jumlahnya melimpah sehingga mudah ditemukan.
g. Sudah umum digunakan dibanyak negara.

B.     Keanekaragaman Jenis dalam Komunitas
Keanekaragaman jenis mempunyai sejumlah komponen yang dapat memberi reaksi berbeda terhadap faktor-faktor geografi, perkembangan, atau fisik. Menurut Margalef dalam Odum (1994:185) menyatakan di dalam ukuran keanekaragaman maupun ungkapan dari kemungkinan pembuatan umpan balik.
Hal ini disebabkan keanekaragaman yang lebih tinggi berarti rantai-rantai pangan yang lebih panjang dan lebih banyak kasus simbiosis dan kemungkinan yang lebih besar untuk mengendalikan goncanagan. Untuk itu, dapat meningkatkan kemantapan di dalam suatu komunitas.
Keanekaragaman cenderung tinggi dalam komunitas yang lebih tua dan cenderung rendah dalam komunitas yang baru terbentuk. Sementara produktivitas atau arus energi seluruhnya mempengaruhi keanekaragaman jenis. Kualitas itu tidak berhubungan langsung dengan kenekaragaman daripada produktivitas.
Laut merupakan sumber bahan makanan yang dapat dipanen untuk menunjang hasil air tawar. Para ahli biologi berminat terhadap berbagai macam kehidupan yang ada disepanjang pantai dan diantara terumbu karang (Odum, 1994). Keadaan lingkungan dengan tipe sedimen dan kedalaman memberi variasi yang amat besar dari suatu daerah dasar lautan yang lain. Hal ini menyebabkan perbedaan jenis-jenis hewan pada daerah-daerah yang berbeda pula (Hutabarat dan Evans, 1985). Hampir sebagian besar spesies hewan yang ditemukan di lautan hidup berasosiasi di dasar laut. Orgisme semacam ini dikenal sebagai bentik yang termasuk juga di dalamnya oleh seluruh hewan dan tumbuhan yang hidup pada daerah di bawah pngaruh pasang surut (litoral) dan yang tinggal di dalam laut yang dalam. Bermacam-macam jenis hewan invertebrate banyak dijumpai sebagai bentos (Hutabarat dan Evans, 1985).
Secara ekologi terdapat 2 kelompok hewan bentik (Zoobentik) yang dibedakan berdasarkan substrat hidupnya yaitu epifauna dan infauna. Epifauna oleh semua hewan yang hidup melekat atau bergerak bebas di permukaan dasar lautan dan sekitar 85% zoobentik terbagi dalam kelompok ini, contoh coral, teritip (barnacle), beberapa remis, bintang laut dan sponge. Infauna merupakan hewan-hewan yang hidupnya dengan cara menggali lubang atau membentuk lingkaran pada dasar lautan. Spesies infauna biasanya dominan pada substrat lunak dan paling melimpah pada zona subtidal (Odum, 1994). Conto kerang, remis, cacing (Polychaeta), tiram (cookle) dan kepiting (crab). Hewan-hewan tersebut menghabiskan sebagian waktunya dengan menggali di pantai pesisir.
Serentetan subkomunitas bentik yang ditemukan di pantai sangat tergantung dari jenis dasar laut yaitu berupa pasir atau batuan. epifauna mencapai perkembangan maksimal pada zona pasang surut tetapi meluas sampai ke dasar lautan. Epifauna dapat ditemukan di semua tipe substrat, tetapi lebih berkembang baik pada substrat keras terutama paling melimpah pada zona intertidal berbatu terumbu karang (Odum, 1994).



BAB III
METODE PRAKTIKUM


A.    Jenis Praktikum
Praktikum ini merupakan praktikum observasi. Karena dalam praktikum ini tidak terdapat variabel manipulasi, kontrol dan respon.

B.     Waktu dan Tempat
1.      Tempat
Praktikum observasi bentos dilakukan di Pantai Kondang Merak Malang Selatan.
2.      Waktu
Praktikum observasi bentos dilakukan pada tanggal 15 Oktober 2011, pada pukul 11.00 WIB.

C. Sasaran Praktikum
Sasaran praktikum ini adalah populasi bentos Patai Kondang Merak Malang Selatan.
D. Prosedur Kerja
1. Alat dan Bahan
a.       Alat :
1)   Kantong plastik
2)   Pasak kayu
3)   Tali Rafiah
4)   Kotak Pencuplik
5)   Kertas label
6)   Buku identifikasi bentos
7)   Meteran
b.      Bahan :
1)      Formalin 4%


2. Langkah-langkah Praktikum
a.       Menentukan lokasi tempat pengambilan sampel bentos.
b.      Menentukan 9 stasiun secara acak
c.       Membuat 9 transek garis yang dipasang sepanjang garis pantai
d.      Memasang plot kuadrat.
e.       Mengambil pasir dengan kotak pencuplik di bagian tepi sisi plot kuadrat dan di bagian tengah.
f.       Mengambil pasir dalam kotak pencuplik dan memasukkannya ke dalam kantong plastik.
g.      Memberi label pada masing-masing kantong plastik sesuai dengan lokasi tempat pengambilan sampel bentos.
h.      Mengidentifikasi bentos dengan buku identifikasi.
i.        Menghitung persentasi penutupan, dengan cara jumlah spesies bentos yang ditemukan dibagi jumlah keseluruhan di kali 100%






BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN


A.    Hasil
Berdasarkan kegiatan praktikum yang kami lakukan didapatkan hasil sebagai berikut :
Tabel 4.1 Data Bentos Ekologi Air Laut Pantai Kondang Merak-Malang Selatan
No.
Jenis Bentos
Jumlah
(individu)
Persentase penutupan (%)
1.
Bintang mengular
9
3,33
2.
Kepiting
15
5,56
3.
Kerang-kerangan
19
7,04
4.
Vepricardium fibriaum
12
4,44
5.
Strombus urcecis
3
1,11
6.
Echinus melo
3
1,11
7.
Milda ventricosa
5
1,85
8.
Mitra pauperculla
16
5,92
9.
Conus ebracus
3
1,11
10.
Lobster
25
9,26
11.
Udang
23
8,52
12.
Keong putih
37
13,70
13.
Siput telanjang
22
8,15
14.
Timun laut
2
0,74
15.
Harpa articularis
30
11,11
16.
Pitar manillae
12
4,44
17.
Chloritis maforensis
8
2,96
18.
Anemon
25
9,26
19.
Keong garis-garis
1
0,37

Jumlah
270
100


B.     Analisis Data
Dari data yang kami peroleh dapat diketahui bahwa di Pantai Kondang Merak Malang Selatan terdapat 19 jenis bentos, dengan total jumlah sebesar 270 individu. Jenis bentos yang mempunyai jumlah paling besar ialah keong putih dengan jumlah 37 individu sedangkan jenis bentos yang paling sedikit yaitu keong garis-garis yang berjumlah 1 individu.  
Berdasarkan nilai persentase penutupan, keong putih mempunyai nilai persentase penutupan yang paling tinggi yaitu sebesar 13,70% sedangkan yang mempunyai nilai persentase penutupan yang paling rendah keong garis-garis yaitu bernilai 0,37%. Hal ini menunjukkan bahwa Keong putih yang paling mendominasi karena memiliki persentase penutupan paling tinggi .

C.    Pembahasan
Berdasarkan hasil penghitungan dan pengolahan data, diperoleh bahwa keong putih mempunyai nilai persentase yang paling tinggi yaitu sebesar 13,70%. Hal ini dikarenkan keong putih lebih banyak mendapatkan sumber makanan berupa bahan organik dibandingkan dengan jenis bentos yang lain sehingga mampu bertahan hidup dan bereproduksi.
Tingginya populasi di pantai Kondang Merak yang merupakan pantai berpasir memang habitat yang ideal bagi bentos. Habitat tersebut banyak menyediakan deposit dan bahan-bahan organik sebagai sumber makanan. Keanekaragaman yang tinggi dipengaruhi oleh adanya kawasan pasang surut air laut yang mrupakan kawasan terkaya sumber daya alam  yang dibutuhkan oleh berbagai jenis bentos.
Persaingan yang terjadi juga akibat populasi bentos yang relatif tinggi sehingga masing-masing individu dari spesies yang sama atau berbeda saling bersaing untuk mendapatkan makanan.
Bentos mempunyai peranan yang sangat penting dalam siklus nutrient di dasar perairan. Karena bentos berperan sebagai salah satu mata rantai penghubung dalam aliran energi dan siklus dari alga planktonik sampai konsumen tingkat tinggi. Keberadaan hewan bentos pada suatu perairan sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan, baik biotik maupun abiotik. Faktor biotik yang berpengaruh diantaranya adalah produsen, yang merupakan salah satu sumber makanan bagi hewan bentos, Adapun faktor abiotik adalah fisik-kimia air yang diantaranya suhu, arus, oksigen terlarut (DO), kebutuhan oksigen biologi (BOD), dan kimia (COD) serta kandungan nitrogen (N), kedalaman air dan substrat dasar.
Keanekaragaman jenis mempunyai sejumlah komponen yang dapat memberi reaksi berbeda terhadap faktor-faktor geografi, perkembangan, atau fisik. Menurut Margalef dalam Odum (1994:185) menyatakan di dalam ukuran keanekaragaman maupun ungkapan dari kemungkinan pembuatan umpan balik.
Hal ini disebabkan keanekaragaman yang lebih tinggi berarti rantai-rantai pangan yang lebih panjang dan lebih banyak kasus simbiosis dan kemungkinan yang lebih besar untuk mengendalikan goncanagan. Untuk itu, dapat meningkatkan kemantapan di dalam suatu komunitas.






BAB V
SIMPULAN DAN SARAN


A.    Simpulan
  1. Terdapat 19 jenis bentos, dengan total jumlah sebesar 270 individu di Pantai Kondang Merak Malang Selatan.
  2. Jenis bentos yang mempunyai jumlah paling besar ialah keong putih dengan jumlah 37 individu.

B.     Saran
Berdasarkan praktikum yang telah kami lakukan, kami dapat memberi saran untuk praktikum selanjutnya yaitu pada saat dilakukan penghitungan jenis bentos hendaknya dilakukan secara hati-hati dan dilakukan penghitungan secara teliti agar tidak ada jenis bentos yang tertinggal dalam pengamatan.





DAFTAR PUSTAKA


Hutabarat, dan Stewart. 2008. Pengantar Oceanografi. UI Press, Jakarta.

Odum, Yanney J. 1994. Dasar-Dasar Ekologi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Nyabakken, James W. 1992. Biologi Laut Suatu Pendekatan Ekologi. Jakarta: PT. Gramedia.



LAMPIRAN
















 



















Kerang-kerangan
 
Keong garis-garis
 
                            

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar